Biaya mobilisasi dan demobilisasi excavator ke lokasi proyek,Biaya mobilisasi dan demobilisasi (Mob-Demob) excavator pada tahun 2026 sangat bervariasi tergantung pada jarak tempuh, jenis unit (berat tonase), serta metode pengangkutan yang digunakan.
Biaya mobilisasi dan demobilisasi excavator ke lokasi proyek
Secara umum, berikut adalah estimasi rincian biaya yang berlaku di Indonesia:
- Sistem Lumpsum (Paket): Untuk jarak dekat dalam satu kota atau wilayah (misalnya area Jabodetabek), biaya mob-demob seringkali dipatok mulai dari Rp 1,500.000 hingga Rp5.000.000 per unit.
- Jarak Menengah/Antar Kota: Biaya dapat mencapai puluhan juta rupiah. Sebagai contoh, pengiriman dua unit excavator untuk lokasi proyek tertentu bisa memakan biaya sekitar Rp32.000.000 (atau sekitar Rp10.000.000 per unit).
Berdasarkan Jenis Unit:
- Excavator Mini (PC 40 - PC 75): Lebih murah karena bisa menggunakan truk engkel atau towing standar.
- Excavator Standar/Besar (PC 200 - PC 300): Membutuhkan truk lowbed atau tronton khusus, sehingga biayanya jauh lebih tinggi.
Komponen yang Mempengaruhi Biaya
Biaya ini biasanya tidak hanya mencakup bahan bakar truk pengangkut, tetapi juga beberapa komponen berikut:
- Sewa Truk Pengangkut (Towing/Lowbed): Biaya utama untuk mengangkut alat berat dari pool ke lokasi proyek dan sebaliknya.
- Tenaga Kerja: Upah operator atau kru yang membantu proses menaikkan dan menurunkan alat (loading/unloading).
- Perizinan & Kawalan: Untuk alat berat berukuran besar yang melintasi jalan raya utama, terkadang diperlukan biaya tambahan untuk pengawalan atau izin jalan khusus.
- Lokasi Proyek: Tingkat kesulitan akses menuju lokasi (medan berat atau area terpencil) akan menambah biaya pengiriman.
Rekomendasi Tindakan
Untuk mendapatkan angka yang akurat bagi proyek Anda, disarankan untuk:
Melakukan survei jarak melalui platform seperti Google Maps dari lokasi pool penyedia jasa ke titik proyek.
Menghubungi penyedia jasa penyewaan alat berat terpercaya untuk mendapatkan penawaran resmi, seperti Armada Karya Semesta untuk estimasi harga terbaru tahun 2026. anda akam tahu detai kebutuhan Anda yang anda butuhkan seperti :
- Biaya sewa excavator per jam
- Biaya mobilisasi alat berat
- Biaya demobilisasi excavator
- Harga sewa excavator per hari
- Biaya operasional excavator
- Biaya pengiriman excavator ke lokasi proyek
- Biaya sewa excavator bulanan
- Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat berat
- Harga excavator per jam
- Biaya sewa excavator untuk proyek konstruksi
Biaya sewa excavator per jam
Biaya sewa excavator per jam di Indonesia untuk Januari 2026 bervariasi tergantung pada kapasitas (tonase) dan jenis unitnya. Secara umum, tarif sewa berkisar antara Rp130.000 hingga Rp1.500.000 per jam. info lengkap Rental Alat Berat Bisa Hubingi kami via whatsapp
Berikut adalah rincian estimasi harga sewa berdasarkan tipe unit untuk tahun 2026:
1. Excavator Standar/Mini (Per Jam)
- PC 40 / PC 50 (Mini): Rp150.000 – Rp175.000.
- PC 75 / PC 78: Rp170.000 – Rp180.000.
- PC 100: Rp150.000 – Rp170.000.
- PC 200: Rp175.000 – Rp200.000.
- PC 300: Sekitar Rp325.000.
2. Excavator Spesialis (Per Jam)
- Excavator Breaker: Rp325.000 (PC 100) hingga Rp350.000 (PC 200).
- Excavator Long Arm: Rp270.000 – Rp350.000.
- Excavator Amphibi (Swamp): Rp750.000 (SK 75) hingga Rp1.500.000 (SK 200).
Ketentuan dan Biaya Tambahan
Harga di atas umumnya merupakan harga sewa alat saja (lepas kunci). Anda perlu mempertimbangkan biaya tambahan berikut:
- Mobilisasi & Demobilisasi: Biaya angkut alat ke lokasi proyek, mulai dari Rp2.500.000 tergantung jarak.
- Bahan Bakar Minyak (BBM): Estimasi Rp500.000 per hari atau sesuai pemakaian.
- Uang Makan/Tips Operator: Sekitar Rp150.000 – Rp200.000 per hari.
- Minimum Sewa: Kebanyakan penyedia jasa menetapkan batas minimum sewa, biasanya antara 50 hingga 100 jam untuk kontrak jangka pendek, atau minimal 8 jam untuk harian.
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan lokasi proyek dan kondisi fluktuasi harga BBM.
Biaya mobilisasi alat berat
Biaya mobilisasi alat berat pada tahun 2026 sangat bervariasi tergantung pada jenis armada pengangkut, jarak tempuh, dan dimensi alat yang dipindahkan. Biaya ini mencakup pengiriman alat dari depo/pool ke lokasi proyek (mobilisasi) dan pengembaliannya setelah selesai (demobilisasi).
Berikut adalah estimasi rincian biaya mobilisasi alat berat di Indonesia untuk tahun 2026:
1. Estimasi Berdasarkan Jenis Armada (Per Trip)
Biaya sering kali dihitung per perjalanan berdasarkan kapasitas truk pengangkut:
- Self Loader/Engkel (Alat Berat Kecil): Estimasi mulai dari Rp2.000.000 hingga Rp3.500.000 untuk area lokal Jabodetabek atau jarak pendek.
- Tronton/Lowbed (Alat Berat Sedang-Besar): Untuk alat seperti Excavator PC200 atau Bulldozer, biayanya berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 per unit untuk wilayah perkotaan.
- Trailer Dolly/Multi Axle (Alat Sangat Berat): Untuk pengangkutan Crane atau alat berukuran besar lainnya, biaya bisa melebihi Rp15.000.000 per trip.
2. Tarif Berdasarkan Jarak Antar Provinsi (Estimasi)
Untuk pengiriman jarak jauh (antar pulau/provinsi), tarif dihitung berdasarkan kontrak logistik khusus:
- Jakarta – Riau: Sekitar Rp49.000.000.
- Jakarta – Sumatera Utara: Sekitar Rp70.000.000.
- Jakarta – Aceh: Mencapai Rp84.000.000.
3. Komponen Biaya Mobilisasi
Dalam menyusun Anggaran Biaya (RAB) proyek 2026, komponen berikut harus diperhitungkan:
- Sewa Armada Angkut: Biaya sewa truk khusus seperti lowbed atau flatbed.
- Bahan Bakar & Tol: Biaya operasional selama perjalanan.
- Izin & Pengawalan: Diperlukan untuk pengangkutan alat dengan lebar atau berat berlebih (oversize/overweight).
- Asuransi Pengiriman: Biasanya berkisar 0,2% - 0,5% dari nilai alat untuk memitigasi risiko kerusakan di jalan.
- Upah Operator & Helper: Biaya tenaga kerja yang melakukan proses loading dan unloading.
4. Faktor yang Mempengaruhi Harga
- Dimensi Alat: Semakin besar alat (seperti Long Arm Excavator), semakin mahal armada yang dibutuhkan.
- Akses Lokasi: Proyek di daerah terpencil atau medan sulit akan dikenakan biaya tambahan.
- Lama Sewa: Beberapa penyedia jasa memberikan potongan biaya mobilisasi jika alat disewa dalam jangka panjang (misal minimal 100-200 jam).
Harga sewa excavator per hari
Harga sewa excavator pada tahun 2026 bervariasi tergantung pada kapasitas unit (PC), jenis pekerjaan, dan lokasi proyek. Umumnya, penyedia jasa menetapkan durasi sewa harian minimal 8 jam kerja per hari.
Berikut adalah estimasi rincian harga sewa excavator per hari (berdasarkan 8 jam kerja) untuk wilayah Indonesia di tahun 2026:
Estimasi Harga Sewa Per Hari (8 Jam Kerja)
| No | Tipe Excavator | Estimasi Biaya Sewa Unit |
| 1 | Excavator Mini (PC 40 - PC 75) | Rp1.240.000 – Rp1.360.000 |
| 2 | Excavator Sedang (PC 100) | Rp1.200.000 – Rp1.360.000 |
| 3 | Excavator Standar (PC 200) | Rp1.400.000 – Rp2.000.000 |
| 4 | Excavator Besar (PC 300) | Rp2.600.000 – Rp3.000.000 |
| 5 | Excavator Breaker (Pemecah Batu) | Mulai dari Rp2.400.000 |
| 6 | Excavator Amphibi (Swamp) | Rp6.000.000 – Rp12.000.000 |
Biaya Tambahan yang Perlu Diperhatikan
Harga di atas biasanya hanya mencakup sewa unit saja. Terdapat biaya tambahan yang sering kali ditanggung oleh penyewa, yaitu:
- Mobilisasi dan Demobilisasi: Biaya pengiriman alat ke lokasi dan penjemputan kembali, berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp5.000.000 tergantung jarak.
- Bahan Bakar (BBM): Solar umumnya disediakan oleh penyewa atau dikenakan biaya rata-rata Rp500.000 per hari.
- Uang Makan Operator: Sekitar Rp150.000 – Rp200.000 per hari.
- Biaya Keamanan: Jika alat harus menginap di lokasi proyek yang tidak memiliki pengamanan internal.
Tips Penyewaan
- Cek Kondisi Alat: Pastikan unit dalam kondisi prima untuk menghindari downtime yang tetap dihitung sebagai waktu sewa.
- Sewa Jangka Panjang: Untuk proyek berdurasi lama, sewa bulanan biasanya menawarkan tarif yang jauh lebih murah dibandingkan tarif harian.
- Lokasi Terdekat: Pilihlah vendor terdekat dari lokasi proyek untuk menekan biaya mobilisasi.
Biaya operasional excavator
Biaya operasional excavator di Indonesia pada tahun 2026 bervariasi tergantung pada kapasitas mesin dan jenis pekerjaan. Secara umum, biaya ini dibagi menjadi biaya kepemilikan (ownership) dan biaya pengoperasian (operating).
Berikut adalah rincian estimasi biaya operasional per jam untuk tahun 2026:
1. Konsumsi Bahan Bakar (BBM)
Komponen terbesar dalam biaya operasional adalah bahan bakar diesel (solar).
- Excavator Kecil (<8 ton): Sekitar 5–10 liter/jam.
- Excavator Sedang (PC 200/20 ton): Sekitar 15–20 liter/jam.
- Excavator Besar (PC 300/30 ton): Sekitar 18–22 liter/jam.
2. Biaya Perawatan dan Perbaikan
Biaya ini mencakup penggantian oli, filter, spare parts, dan servis rutin.
- Pedoman Umum: Anggaran tahunan disarankan sebesar 10–15% dari harga pembelian mesin.
- Biaya Mekanik: Estimasi tarif jasa mekanik berkisar antara Rp750.000 hingga Rp1.500.000 per kunjungan servis, tergantung lokasi dan tingkat kesulitan.
3. Upah Operator dan Sertifikasi
- Gaji Operator: Rata-rata gaji bulanan operator alat berat di sektor konstruksi atau tambang berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp7.000.000, belum termasuk uang makan atau lembur.
- Sertifikasi (SIO): Biaya pembuatan Surat Izin Operasi (SIO) untuk excavator pada 2026 berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp3.500.000.
4. Perbandingan Harga Sewa (All-in)
Jika Anda memilih untuk menyewa, harga sewa per jam (biasanya sudah termasuk biaya operasional dasar namun di luar BBM/mob-demob) pada Januari 2026 adalah:
- Mini Excavator (PC 40-75): Rp150.000 – Rp170.000 per jam.
- Excavator PC 200: Mulai dari Rp175.000 per jam.
- Excavator PC 300: Sekitar Rp325.000 per jam.
Catatan Penting:
Total biaya operasional riil sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat. Sebagai contoh, excavator standar mampu menggali hingga 167 m³ tanah per jam, sehingga efisiensi waktu sangat menentukan margin keuntungan proyek Anda. Untuk menghemat biaya, pastikan pemeliharaan terjadwal dilakukan secara rutin guna menghindari kerusakan mendadak yang mahal.
Biaya pengiriman excavator ke lokasi proyek
Biaya pengiriman excavator (sering disebut biaya mobilisasi dan demobilisasi) pada tahun 2026 sangat bervariasi tergantung pada jarak tempuh, tipe alat, dan moda transportasi yang digunakan. Berikut adalah estimasi biaya berdasarkan data terbaru 2025-2026:
1. Estimasi Biaya Berdasarkan Jarak dan Lokasi
- Wilayah Perkotaan (Lokal): Untuk pengiriman dalam kota atau jarak dekat (misalnya area Jabodetabek), biaya mobilisasi-demobilisasi biasanya berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp10.000.000 per unit.
- Antar Kota/Provinsi (Darat): Pengiriman jarak jauh menggunakan truk lowbed trailer sangat bergantung pada rute. Contoh tarif estimasi ke berbagai provinsi (termasuk asuransi):
- Jakarta ke Riau: ±Rp49.000.000.
- Jakarta ke Sumatera Utara: ±Rp70.000.000.
- Jakarta ke Aceh: ±Rp84.000.000.
- Antar Pulau (Laut): Menggunakan kapal RORO atau LCT. Sebagai gambaran, tarif pengiriman Excavator PC200 (berat ±20 ton) dari Jakarta ke Balikpapan via RORO diestimasikan sekitar Rp17.000.000 (tarif port-to-port).
2. Faktor yang Mempengaruhi Biaya
Biaya tidak hanya dihitung berdasarkan jarak, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
- Tipe dan Dimensi Alat: Excavator mini (PC40-PC75) lebih murah karena bisa diangkut dengan truk towing atau self-loader standar, sedangkan PC200 ke atas memerlukan trailer lowbed khusus.
- Akses Lokasi: Jalan yang sempit, jembatan dengan tonase terbatas, atau medan berat menuju lokasi proyek dapat menambah biaya operasional pengiriman.
- Biaya Tambahan: Meliputi biaya tol, biaya kawalan (jika muatan melebihi lebar jalan standar), asuransi pengiriman, dan biaya bongkar muat di lokasi.
3. Tips Mendapatkan Harga Terbaik
- Gunakan Layanan Terintegrasi: Beberapa penyedia seperti Armada Karya Semesta menawarkan paket lengkap termasuk asuransi.
- Cek Kondisi Akses: Pastikan lokasi proyek dapat dilalui truk pengangkut untuk menghindari biaya tambahan tak terduga (misal: langsir alat).
- Minimal Sewa: Banyak kontraktor menyertakan biaya pengiriman dalam satu paket jika penyewaan dilakukan dalam jangka panjang (minimal 100 jam atau lebih)
Biaya sewa excavator bulanan
Biaya sewa excavator secara bulanan di Indonesia untuk tahun 2026 sangat bervariasi tergantung pada kapasitas (tipe PC) dan lokasi proyek. Umumnya, sistem sewa bulanan dihitung berdasarkan kontrak minimal 200 jam kerja atau durasi satu bulan penuh.
Berikut adalah estimasi rincian biaya sewa excavator bulanan di tahun 2026:
Estimasi Biaya Berdasarkan Tipe (Januari 2026)
| No | Tipe Excavator | Estimasi Biaya Sewa Bulanan | Keterangan |
| 1 | Mini PC 40 / PC 50 | Rp 91.000.000 | Cocok untuk saluran air atau lahan sempit. |
| 2 | Mini PC 75 | Rp 93.000.000 . | Kapasitas menengah untuk proyek perumahan |
| 3 | Standard PC 100 | Rp 93.200.000 | Ukuran standar untuk pekerjaan umum. |
| 4 | Standard PC 200 | Rp 100.000.000 - Rp 120.000.000 | Paling umum digunakan untuk proyek konstruksi besar. |
| 5 | Breaker / Long Arm | Rp 130.000.000+ | Memerlukan biaya tambahan karena spesifikasi khusus. |
Harga Sewa Excavator Jakarta Per Jam Januari 2026
Perlu diperhatikan bahwa harga di atas biasanya hanya mencakup sewa unit saja. Biaya lain yang sering ditanggung oleh penyewa meliputi:
- Mobilisasi & Demobilisasi: Biaya pengiriman alat ke lokasi dan penjemputan kembali, berkisar antara Rp 2.000.000 hingga Rp 10.000.000 tergantung jarak.
- Bahan Bakar (BBM): Penyewa biasanya bertanggung jawab menyediakan solar industri untuk operasional alat.
- Uang Makan Operator: Berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per hari.
- Mess Operator: Penyewa wajib menyediakan tempat tinggal sederhana bagi operator di sekitar lokasi proyek.
Tips Menghemat Biaya Sewa
- Gunakan Kontrak Bulanan: Tarif bulanan jauh lebih murah dibandingkan tarif per jam (sekitar Rp 150.000 - Rp 350.000 per jam) jika proyek berlangsung lebih dari 15 hari.
- Cek Kondisi Unit: Pastikan unit dalam kondisi prima untuk menghindari downtime (waktu terhenti) yang tetap harus dibayar sesuai kontrak
- Pilih Vendor Lokal: Cari penyedia di kota terdekat (seperti Armada Karya Semesta Untuk Area Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Jabodetabek dan Sekitarnya ) untuk menekan biaya mobilisasi.
Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat berat
Biaya mobilisasi dan demobilisasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan alat berat ke lokasi proyek (mobilisasi) dan mengembalikannya ke pool setelah pekerjaan selesai (demobilisasi).
Berikut adalah rincian mengenai biaya tersebut untuk tahun 2026:
Estimasi Biaya
Biaya ini biasanya dihitung secara lumpsum (borongan) per unit alat, tergantung pada jarak dan jenis alat:
- Estimasi Dasar: Berkisar mulai dari Rp2.000.000 per alat untuk jarak dekat dalam satu wilayah.
- Contoh Proyek Besar: Untuk mobilisasi armada lengkap (excavator, dump truck, tronton, dll.), total biaya bisa mencapai puluhan juta rupiah, misalnya sekitar Rp63.000.000 hingga Rp80.000.000 tergantung skala proyek.
Komponen Biaya
Perhitungan biaya mobilisasi mencakup beberapa elemen penting:
- Transportasi: Sewa trailer atau lowbed/tronton untuk mengangkut alat yang tidak bisa jalan sendiri di jalan raya.
- Bahan Bakar & Tol: Biaya operasional selama perjalanan.
- Upah Personel: Pembayaran untuk operator dan kru pembantu selama proses pemindahan.
- Pajak: Pengenaan PPh Pasal 23 sebesar 2% dari jumlah bruto untuk jasa angkutan/mobilisasi. Pada tahun 2026, perlu diperhatikan juga potensi kenaikan PPN menjadi 12% dan adanya Pajak Alat Berat (PAB) daerah.
Faktor Penentu Harga
- Jarak Tempuh: Semakin jauh lokasi proyek dari pool alat berat, semakin tinggi biayanya.
- Dimensi & Berat Alat: Alat yang lebih besar membutuhkan kendaraan pengangkut khusus dan izin jalan tambahan.
- Kondisi Medan: Akses jalan yang sulit menuju lokasi proyek dapat menambah biaya operasional.
- Durasi Sewa: Beberapa penyedia jasa memberikan potongan atau gratis biaya mobilisasi jika durasi sewa alat memenuhi batas minimal tertentu (misal: minimal 100-200 jam).
Sebagai panduan, biaya mobilisasi dalam anggaran konstruksi idealnya tidak melebihi 1% dari total estimasi biaya langsung proyek.
Biaya sewa excavator untuk proyek konstruksi
Biaya sewa excavator untuk proyek konstruksi di Indonesia pada tahun 2026 bervariasi tergantung pada kapasitas unit (PC), jenis pekerjaan, dan lokasi proyek. Berikut adalah rincian estimasi biaya terbaru:
1. Tarif Sewa Per Jam (Unit Saja)
Harga ini umumnya belum termasuk upah operator, bahan bakar (BBM), dan biaya mobilisasi.
- Excavator Mini (PC 40 - PC 55): Rp135.000 – Rp175.000 per jam.
- Excavator Sedang (PC 75 - PC 100): Rp165.000 – Rp250.000 per jam.
- Excavator Standar (PC 200): Rp160.000 – Rp195.000 per jam.
- Excavator Khusus (Long Arm / Amphibi):
- Long Arm: ± Rp250.000 per jam.
- Amphibi (Swamp): Rp750.000 – Rp1.500.000 per jam tergantung kapasitas.
2. Biaya Tambahan (Opsional/All-In)
Jika Anda memilih sistem sewa lepas kunci, biaya berikut perlu dipertimbangkan:
- Upah Operator: Estimasi Rp200.000 per hari atau shift.
- Uang Makan/Konsumsi Operator: ± Rp150.000 per hari.
- Bahan Bakar (BBM): Rata-rata pengeluaran Rp500.000 per hari tergantung intensitas pemakaian.
- Mobilisasi & Demobilisasi: Biaya pengiriman alat ke lokasi proyek berkisar antara Rp2,5 juta hingga belasan juta rupiah tergantung jarak dan jenis truk pengangkut.
3. Ketentuan Umum Sewa
- Minimal Sewa: Kebanyakan penyedia jasa menetapkan minimal sewa antara 50 hingga 100 jam untuk kontrak proyek.
- Durasi Harian: Jika menyewa harian, minimal pemakaian biasanya dihitung 8 jam per hari.
- Biaya Breaker: Jika excavator dilengkapi alat penghancur beton (breaker), tarifnya lebih mahal, berkisar antara Rp360.000 hingga Rp465.000 per jam (sudah termasuk biaya tambahan alat).
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan dipengaruhi oleh fluktuasi harga BBM serta ketersediaan unit di wilayah proyek Anda. Disarankan untuk meminta penawaran resmi dari vendor lokal di kota Anda. info lengkap Biaya mobilisasi dan demobilisasi excavator ke lokasi proyek bisa hubungi marketing kami.



